Perseid itu sensiri merupakan nama dari salah satu rasi bintang Perseus. Dinamai hujan meteor Perseid, karena letaknya yang sedemikian rupa sehingga seolah-olah meteor yang jatuh berasal dari rasi bintang ini. Hujan meteor merupakan fenomena yang menakjubkan, dengan kecepatan meteor kurang lebih 60 Km/jam, memungkinkan mata kita melihat bagaimana peluncuran masing-masing meteor seperti benda cahaya yang dilemparkan ke arah bumi.
Serpihan Debu Komet
Meteor ini sebenarnya merupakan serpihan debu komet 109P/Swift-Tuttle yang menembus atmosfir bumi. Komet ini ditemukan pada tahun 1862 oleh seorang Ilmuwan, dan komet ini ternyata mengelilingi matahari setiap 130 (seratus tigapuluh) tahun sekali. Setiap pertengahan Agustus, bumi melintasi orbit komet ini, sehingga sisa-sisa serpihannya masuk ke atmosfir bumi.
Memerlukan strategi khusus agar anda dapat melihat hujan meteor ini. Cahaya lampu-lampu kota membuat anda akan kehilangan sudut pandang yang bagus, sehingga mungkin saja anda tidak mendapat kesempatan melihat pencahayaan dari meteor-meteor ini. Sebaiknya anda memilih tempat yang tinggi dan dengan permukaan yang longgar, dan bebas dari cahaya-cahaya listrik. Ada baiknya bila anda juga menggunakan peralatan moderen seperti kecker atau sejenisnya. (GI01
Hujan meteor terbesar akan terjadi pada malam puncak dimana Perseid tepat berada pada jangkauan matahari dan bumi, pada saat itu banyak meteor yang lepas dari rangkaian rasinya. Hujan meteor Perseid adalah salah satu fenomena alam yang berupa hujan meteor dan ini terus terjadi pada setiap tahunnya secara beraturan. Hujan meteor biasanya akan dimulai pada bulan Juni dan akan berakhir hingga akhir Agustus pada bulan yang bersangkutan. Puncak Perseid akan terjadi antara tanggal 12 hingga 14 Agustus pada setiap tahunnya.
Sebagai orang Indian Marco selalu melakukan upacara ritual bagi keselamatan dirinya dan kendaraannya.
Memakan daun coca adalah pilihan mereka sebagai pengganti minuman yang biasa dilakukan pada hampir sebagian besar sopir-sopir bus antar kota di Lapaz,Bolivia.
READ AND SEE MORE
Sebagian besar orang geli atau jijik sama yang namanya serangga, apalagi kalau berbisa. Kalau anda termasuk salah satunya, jangan coba-coba berwisata kuliner di sekitar jalanan Skuon, Kamboja. Akan banyak orang mendekati kamu menawarkan jajanan ringan berupa laba-laba goreng.
James Dyson, penemu vacuum cleaners tanpa kantong, kini telah mempunyai penemuan baru: kipas angin tanpa baling-baling. Kipas angin ini mendorong 119 galon udara perdetik
Head Office:
GI Building, Floor 3th, BMI D9/1, Karawaci, Tangerang - 15113
“Hujan meteror merupakan tontonan yang luar biasa. Kilatan cahaya berwarna merah kekuningan dengan ekor kilatan yang begitu indah.”
-----------WEB LINK------------
Para peneliti menunjukkan bahwa punahnya dinosaurus 65 juta tahun lalu memberi jalan bagi mamalia untuk menjadi lebih besar sekitar seratus kali lipat dari ukuran sebelumnya.
Kehadiran Dolly merupakan peristiwa penting dalam teknologi genetika yang menunjukkan bahwa para ilmuwan bisa membalikkan waktu selular dengan mengkonversi sel domba dewasa menjadi embrio yang kemudian tumbuh menjadi domba baru..
Seperti yang diketahui oleh yang pernah mencoba tetap terjaga setelah makan kenyang, makan bisa mendorong rasa kantuk. Penelitian baru pada lalat buah menunjukkan sebaliknya yaitu rasa lapar bisa saja menjadi cara untuk tetap bangun tanpa rasa pusing atau hambatan mental.
Pada awal Desember 2007, lima wakil dari lembaga Islam Indonesia, termasuk Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama, berangkat ke Israel dan menemui presidennya, Shimon Peres. Kunjungan mereka disponsori oleh Simon Wiesenthal Center dan LibForAll Foundation.
Temukan semuanya di Broome, pelabuhan mutiara terpencil yang romantis di sudut barat laut Kimberley. Anda bisa membeli sebutir mutiara di Chinatown, yang sebagian besar bangunannya didirikan di masa-masa awal perburuan mutiara yang menakjubkan.
NASA telah merilis gambar video dari komet yang menabrak matahari awal bulan ini, setelah kejadian tersebut berhasil direkam oleh pesawat tanpa awak milik lembaga antariksa Amerika Serikat (AS) tersebut. SoHo, sebuah Heliospheric Observatory yang merupakan operasi gabungan Eropa dan AS tersebut, merupakan pesawat tanpa awak pertama yang melihat komet tersebut menabrak matahari. Komet tersebut menimbulkan ekor yang panjang sebelum menghilang setelah tertelan matahari.
NASA Saksikan Komet Menabrak Matahari
Cara Asyik Saksikan Hujan Meteor Aquariids
Untuk menonton hujan meteor Eta Aquariids nanti malam hingga dua hari ke depan ada baiknya membaca beberapa panduan di bawah ini.
Pertama, hujan meteor Eta Aquariids bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia, ini berarti siapapun bisa melihat fenomena ini dengan mata telanjang, tanpa harus menggunakan alat bantu apapun.
"Hujan meteor ini berlangsung sejak akhir April sampai pertengahan Mei, yang puncaknya ada di tanggal 6 sampai 8 Mei," ujar Profesor Dr Thomas Djamaluddin, pakar Astronomi dan Astrofisika dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), di Jakarta, Jumat (6/5/2011).
Kedua, Thomas mengatakan bahwa saat terbaik untuk menonton hujan meteor Eta Aquariids adalah saat sebelum sampai sesudah Shubuh. Jadi sebaiknya Anda tidur agak awal agar bisa bangun di saat hujan meteor terjadi.
Ketiga, dikatakan pula oleh Thomas bahwa untuk melihat hujan meteor ini ada beberapa syarat kondisi, yakni langit harus cerah dan bebas polusi cahaya. Jadi sebaiknya matikan lampu dan naik ke lantai atas rumah atau cari lokasi yang gelap dan agak tinggi untuk menyaksikan hujan meteor ini.
Keempat, Thomas Djamaluddin juga mengatakan bahwa hujan meteor Eta Aquariids tidak akan mengancam Bumi. Jadi janganlah cemas kalau nanti meteor tersebut akan menabrak rumah Anda.
Kelima, cuci muka agar tidak mengantuk ketika melihat hujan meteor Eta Aquariids, karena di masa puncaknya Thomas Djamaluddin mengatakan bakal ada 60 meteor yang meluncur tiap jamnya.
Keenam, kalau Anda tetap melewati fenomena ini, santai saja, karena hujan meteor Eta Aquariids menurut Thomas terjadi setiap tahunnya pada bulan April sampai Mei. Tunggu saja sampai tahun depan.
(ATA)
Komet tersebut masuk ke dalam daftar 10 komet teratas dari 2 ribu komet yang pernah dilihat oleh SoHo menabrak matahari, semenjak pertama kali diluncurkan pada tahun 1995. Demikian seperti yang dikutip dari SkyMania, Jumat (29/7/2011).
Satelit kembar NASA lainnya yang bernama Stereo juga melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Komet tersebut diidentifikasi sebagai jenis Kreutz, sebuah pecahan dari komet raksasa yang terpisah dari bagian aslinya, sekira 2 ribu tahun yang lalu, mungkin dikarenakan orbitnya yang dekat dengan matahari.
Jenis komet Kreutz ini dinamakan setelah Heinrich Kreutz, seorang ahli astronomi Jerman abad 19, yang mempelajari komet-komet yang menabrak matahari, yang dianggap sebagai hal lumrah.(ATA)